Tanah Kelahiranku, Sumber Inspirasi Hidupku
Oleh: Reska Elga Silvia
NIM: 22022000098
![]() |
Saya lahir dan dibesarkan di Desa Ngadiwono, sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Desa ini berada di kawasan pegunungan yang sejuk dan alami, tepatnya di lereng Gunung Bromo. Letaknya yang strategis menjadikan desa ini salah satu jalur alternatif menuju kawasan wisata Bromo Tengger Semeru. Lingkungan alam di desa saya masih sangat terjaga, dengan udara bersih, hamparan kebun sayur, serta pemandangan matahari terbit yang memukau. Sejak kecil, saya terbiasa hidup di tengah suasana yang tenang dan penuh kedekatan dengan alam.
Desa Ngadiwono memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani sayur, menanam komoditas seperti kubis, wortel, kentang, dan daun bawang. Aktivitas pertanian ini menjadi sumber utama penghidupan warga. Selain itu, karena letaknya dekat dengan Gunung Bromo, desa kami juga sering disinggahi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Beberapa warga mulai mengembangkan usaha homestay dan penyewaan kendaraan untuk menunjang aktivitas wisata, menjadikan desa ini perlahan ikut tumbuh dalam sektor ekonomi kreatif.
Kehidupan masyarakat Ngadiwono sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya. Salah satu tradisi yang masih dijaga adalah perayaan Yadnya Kasada, sebuah upacara adat suku Tengger yang berlangsung setiap tahun di Gunung Bromo. Meskipun saya bukan dari suku Tengger secara langsung, hidup berdampingan dengan mereka memberikan pelajaran berharga tentang toleransi, nilai spiritual, dan cinta terhadap alam. Pengalaman tumbuh besar di Ngadiwono membuat saya memiliki rasa bangga tersendiri terhadap daerah asal, dan menumbuhkan semangat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan desa kelahiran saya di masa depan.
Hidup di Desa Ngadiwono memberikan banyak pengalaman yang tidak saya dapatkan di tempat lain. Setiap pagi saya terbiasa bangun dengan pemandangan kabut yang menyelimuti pegunungan dan suara alam yang menenangkan. Anak-anak di desa terbiasa bermain di alam terbuka, menyusuri jalan setapak di antara ladang, atau membantu orang tua ke kebun sepulang sekolah. Kegiatan seperti itu menjadikan masa kecil saya penuh dengan kesederhanaan namun bermakna. Dari lingkungan itulah saya belajar tentang kedisiplinan, kerja keras, dan pentingnya hidup selaras dengan alam.
Salah satu hal yang paling saya sukai dari desa saya adalah keindahan pemandangannya yang begitu memanjakan mata. Di pagi hari, langit terlihat bersih dengan cahaya keemasan matahari yang menyinari permukaan ladang, menciptakan nuansa hangat dan damai. Dari kejauhan, siluet Gunung Bromo berdiri gagah dengan latar langit biru yang cerah. Sore harinya, cahaya jingga senja menyelimuti desa dengan lembut, sementara suara serangga malam mulai terdengar. Di malam hari, langit penuh bintang terlihat begitu dekat, seolah menjadi atap yang melindungi desa. Pemandangan inilah yang membuat saya selalu merasa tenang, bersyukur, dan bangga tinggal di tempat seindah ini.
Tumbuh besar di desa dengan segala keterbatasannya justru menjadi kekuatan bagi saya. Nilai-nilai seperti kerja keras, gotong royong, dan rasa syukur terus saya bawa dalam setiap langkah kehidupan. Desa Ngadiwono bukan hanya tempat saya dilahirkan, tapi juga tempat saya dibentuk menjadi pribadi yang tangguh dan penuh harapan. Harapan saya, kelak saya bisa kembali membangun desa ini dengan pengetahuan dan pengalaman yang saya peroleh, agar generasi berikutnya tetap bisa merasakan hangatnya kehidupan desa yang penuh makna.
Melalui tulisan ini, saya ingin menunjukkan bahwa keluarga dan lingkungan tempat kita tumbuh memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan cara pandang kita terhadap kehidupan. Desa Ngadiwono bukan hanya sekadar tempat tinggal, melainkan sumber nilai-nilai kehidupan yang membentuk saya menjadi pribadi yang mandiri, pekerja keras, dan mencintai alam. Saya bersyukur dilahirkan di tengah keluarga sederhana yang penuh kasih sayang dan tinggal di desa yang menyimpan begitu banyak keindahan serta kearifan lokal. Semoga suatu hari nanti, saya dapat memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan desa ini dan menjaga warisan yang telah ditanamkan oleh generasi sebelumnya.

Komentar
Posting Komentar